๐Ÿณ Allah Menjelma Menjadi Manusia

melihatsejarah manusia saat turun ke bumi adalah bermula dari Nabi Adam AS yang karena kelicikan iblis merayu dan menjelma menjadi malaikat sehingga dapat merayu Nabi Adam AS untuk mendekati pohon yang dilarang oleh Allah SWT untuk memakan buahnya dan permohonan iblis kepada Allah SWT untuk menjadi penggoda manusia di bumi sampai akhir Denganmenjelma menjadi manusia, Sang Sabda membawa keselamatan bagi semua manusia. Pengalaman inkarnasi digambarkan oleh Rasul Paulus dalam Filipi 2:7 dengan menggunakan kata "kenosis" (kenos -bhs. Yunani artinya kosong). Peristiwa kenosis ini menggambarkan pengosongan diri. Allah telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil SelanjutnyaImam Ghazali menunjukkan secara ringkas, kenapa menampak Allah merupakan kebahagiaan terbesar yang bisa diperoleh manusia. ( Baca juga: Cinta Kepada Allah, Ibrahim: Wahai Izrail, Ambillah Nyawaku (1)) Pertama sekali, semua fakultas manusia memiliki fungsinya sendiri yang ingin dipuasi. Masing-masing punya kebaikannya sendiri, mulai SangPutera Allah menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Iman kepada-Nya adalah jalan ke Surga. I. Dasar Kitab Suci. Kej 3:15โ€“ Tuhan menjanjikan seorang Penyelamat, yang akan lahir dari โ€œperempuan ituโ€, yang akan mengalahkan Iblis. Kej 22:1-12โ€“ Abraham mempersembahkan anaknya Ishak kepada Tuhan. AllahSebagai Penyelamat (Pendidikan Agama Kristen) by kezia8erlang Setelahmanusia jatuh kedalam dosa dan dosa selalu menyelimuti kehidupan manusia dari masa ke masa Meskipun manusia telah terbelenggu dosa, Tuhan Allah tetap mengasihi manusia maka itu di dua ribu tahun yang lalu Tuhan menjelma menjadi manusia yang bernama Yesus Kristus untuk menebus dosa manusia Karenaitu, puasa ( shaum ), isi perintah itu, adalah bentuk relasi batin antara Allah sendiri dengan pribadi seseorang. Oleh sebab itu, puasa bersifat batiniah dan sangat personal. โ€œPuasa adalah untukKu. Aku sendiri yang akan membalas-Nya,โ€ demikian firman Allah dalam hadis qudsi. Konsekuensinya, hakikat puasa bukan sekadar menjaga fisik AllahMenjawab Semua Doa Kita, Kok Bisa? Makna Dibalik Asmaul Husna dan Mungkinkah Allah Me Happy 2nd Wedding Anniversary!!! Episode Baru Kehidupanku 2013 (3) April (2) February (1) 2012 (13) December (4) September (3) August (2) kehidupanmanusia.10 Allah, sumber segala kebenaran menyatakan isi kebenaran-Nya secara tuntas dan sempurna dalam Sabda-Nya yang menjelma menjadi manusia, yaitu Putera Tunggal-Nya sendiri, Yesus Kristus. Karena itu, beriman pada kebenaran-kebenaran Allah menuntut manusia untuk selalu mendengarkan Sabda-Nya. Dalam Sabda-Nya, Allah menyatakan . Firman Allah menjelma jadi manusia Yohanes 114 yang dalam istilah teologis โ€œInkarnasi,โ€ โ€œMenjadi Daging,โ€ ternyata dikandung oleh seorang Perawan atau Dara bernama Maria Lukas 1 27,31. Ini berarti bahwa yang dikandung Maria dan tinggal dalam rahimnya itu adalah โ€œFirman Allahโ€ yang adalah โ€œAllahโ€ Yohanes 11 yang โ€œmenjadi manusiaโ€ Yohanes 114 yakni โ€œmengosongkan Dirinya sendiri dengan mengambil rupa sebagai hamba dan menjadi seperti manusiaโ€ Filipi 27. Karena Allah itu tak berubah Maleakhi 36, maka ke-Allah- an dari Firman Allah itu pun tidak berubah. Dia adalah Allah sebelum dikandung oleh Perawan Maria. Dia adalah Allah ketika berada di dalam kandungan Perawan Maria, dan Dia tetap Allah ketika mengenakan tubuh Jasmani yang diambil Galatia 44 dari rahim Maria sehingga Dia disebut sebagai โ€œbuah rahimโ€ Maria Lukas 142, serta lahir berwujud manusia. Sehingga di โ€œdalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allah-anโ€ Kolose 29. Dengan demikian melalui kelahiran-Nya oleh Perawan Maria ini, โ€œdi dalam Yesus ituโ€ โ€œberdiamโ€ hanya ada โ€œSatu Pribadiโ€ โ€œdalam Diaโ€ bukan โ€œdalam merekaโ€ namun yang memiliki โ€œdua kodratโ€ yaitu โ€œManusiaโ€ โ€œsecara jasmaniahโ€ yang diambilnya dari Perawan Maria melalui kelahiran-Nya dan โ€œAllahโ€ yang merupakan Firman dan Firman itu adalah Allah Yohanes 11. Sehingga Maria dapat disebut โ€œTokosโ€ = โ€œYang Melahirkan/ Yang Memberi Kelahiranโ€; dan โ€œTheoโ€ โ€œseluruh kepenuhan ke-Allah-anโ€. Jadi, Maria disebut sebagai โ€œTheotokos,โ€ sebab ternyata dalam diri Anaknya yang berwujud manusia sempurna itu berdiam โ€œseluruh kepenuhan ke-Allah-anโ€ yaitu memiliki kodrat Allah yang sepenuh-penuhnya. Jelaslah bahwa Yesus Kristus itu adalah โ€œManusiaโ€ dan โ€œAllahโ€ sekaligus, oleh karena itu ibunya memang harus diberi gelar โ€œTheotokos.โ€ Gelar Theotokos ini justru dapat membentengi kesempurnaan kemanusiaan dan sekaligus kesempurnaan ke-Allah-an Yesus Kristus dalam Satu Pribadi. Dengan demikian manusia dan Allah telah โ€œmanunggalโ€ dalam Satu Pribadi Sang Kristus dan jurang pemisah antara Allah dan Manusia akibat dosa sudah tertutup sehingga Sang Kristus memang menjadi Pengantara antara Allah dan Manusia 1 Yohanes 21-2. Dan gelar Sang Theotokos adalah benteng kokoh yang melindungi kebenaran ke โ€œAllah-Manusiaโ€ an Yesus Kristus dalam โ€œSatu Pribadiโ€ itu. Ketika gelar Theotokos dibuang dari Maria dan dicampakkan dari pemahaman theologis, maka akan terjadi kacau-balau dalam pemahaman Kristologis, seperti yang kita lihat dalam kesiampangsiuran pemahaman Kristolologis yang muncul sejak abad kesembilan belas sampai kini ini dalam liberalisme theologia di Eropa dan munculnya sekte-sekte di Amerika. Karena benteng yang melindungi keutuhan makna theologis mengenai Kristus yaitu โ€œMariaโ€ dengan gelar โ€œTheotokosโ€ nya itu dibuang, dinjak-injak, dan diabaikan. Firman yang menjadi manusia itu disebut Anak Allah Yang Mahatinggi Lukas 132. Anak Allah ini adalah satu hakikat dengan Allah Bapa namun tidak identik atau sama dengan Allah Bapa. Anak Allah itu tidak beda sifat hakikat-Nya dari Allah Bapa, dikatakan demikian oleh ayat-ayat Kitab Suci โ€œโ€ฆ. Firman itu adalah Allahโ€ Yohanes 11; โ€œAku Firman Allah yang menjelma dan Bapa Allah adalah satuโ€ฆ Jawab orang Yahudi โ€ฆ. Engkau Yesus Kristus = Firman Allah menjelma โ€ฆ. menyamakan diri-Mu dengan Allah bukan โ€œmengidentikkan pribadi dengan Bapaโ€, menyamakan di sini dalam arti sama hakikat-Nya dengan Allah sebagai Firman Allahโ€ Yohanes 1030,33; Tomas menjawab Dia Yesus Kristus = Firman Allah menjelma โ€ Ya Tuhanku dan Allahkuโ€ Yohanes 2028; โ€œโ€ฆ. Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusiaโ€ฆ. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin โ€ Roma 95; โ€œโ€ฆ. Yesus, dalam rupa Allahโ€ฆkesetaraan dengan Allah itu sebagai milikโ€ฆ.โ€ Filipi 25-6; โ€œโ€ฆ Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benarโ€ฆ.โ€ I Yohanes 520. Dan Anak Allah itu berbeda dengan Allah Bapa dijelaskan oleh Kitab Suci sebagai berikut โ€œโ€ฆ. Engkau Yesus Kristus = Firman yang menjelma โ€ฆ guru yang diutus Allah โ€ฆโ€ Yohanes 32; โ€œโ€ฆ. Allahโ€ฆ. mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal Firman-Nya yang Satu-satunya = Yesus Kristus Yohanes 316; โ€œโ€ฆ. Allah mengutus Anak-Nya Firman-Nya ke dalam duniaโ€ฆโ€ Yohanes 317; โ€œBapa Allah mengasihi Anak Firman โ€ฆ.โ€ Yohanes 335; โ€œโ€ฆ. percaya kepada Dia Allah = Sang Bapa yang mengutus Aku Yesus Kristus = Firman yang menjadi manusiaโ€ฆ Yohanes 524; โ€œโ€ฆ mengenal Engkau Bapa =Allah satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus Firman Allah yang menjelma yang telah Engkau Allah = Bapa utusโ€ Yohanes 173; โ€œโ€ฆ Aku Yesus = Firman menjelma akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmuโ€ Yohanes 2017; โ€œโ€ฆ Bapa Allah lebih besar dari pada Aku Yesus Kristus = Firman Allah yang menjelmaโ€ Yohanes 1428. Masih banyak data Kitab Suci yang lain yang menunjukkan hal tersebut. Firman Allah itu bukan Allah yaitu bukan Sang Bapa namun tak berbeda dari Allah yaitu satu hakikat dengan Sang Bapa, maka keadaan Yesus sebagai Firman yang azali ini disebut โ€œAllahโ€ yang artinya Dia sudah ada sejak kekal dan melekat satu di dalam hakikat Allah yang Esa Sang Bapa itu. Jadi, yang dimaksud โ€œAllah menjadi manusiaโ€ dalam iman kita adalah โ€œFirman Allahโ€ yang ber-hypostasis, yang memiliki sifat ilahi yaitu kekekalan, telah โ€œturunโ€ sebagai manusia sejati yaitu Yesus Kristus. Jadi, bukan Allah yang Maha Esa Sang Bapa itu yang menjadi manusia, namun โ€œFirman-Nyaโ€ yang dalam istilah teologis โ€œAnakโ€ itu yang turun ke atas bumi. Inkarnasi niscaya menjadi pengantara antara Allah dan manusia. Melalui inkarnasi manusia dan Allah telah โ€œmanunggalโ€ dalam Satu Pribadi Sang Kristus dan jurang pemisah antara Allah dan manusia akibat dosa sudah tertutup sehingga Sang Kristus memang menjadi Pengantara antara Allah dan manusia 1 Yohanes 21-2. Dengan kata lain, inkarnasi membawa keselamatan bagi manusia karena manusia dapat kembali kepada Allah. Seperti apa keselamatan itu? Kemanusiaan yang dikenakan Firman Allah dalam inkarnasi-Nya itu adalah kemanusiaan yang baru, suatu kemanusiaan yang seharusnya dicapai oleh Adam seandainya Adam tidak jatuh dalam dosa. Itulah kemanusiaan yang sekarang harus menjadi tujuan akhir kita dalam mencapai keselamatan yaitu kemausiaan baru dalam Adam yang baru Yesus Kristus Roma 5 12-21; 2 Korintus 517; Efesus 215; 424. Sehingga hanya dengan menyatu dan manunggal dengan Yesus Kristus sajalah keselamatan itu mungkin bagi kita Roma 6 3-5. Perbuatan baik dan amal manusia pada dirinya sendiri tanpa menyatu dengan Kristus ini tak akan membawa keselamatan Efesus 2 8-9. Tak ada perbuatan baik satu pun yang dapat memuliakan manusia sebab sumber pemuliaan itu adalah tubuh kemanusiaan Kristus yang telah dimuliakan itu. Keselamatan tak akan didapat melalui perbuatan baik dan amal jasa manusia saja. Dengan menjaga makna Pribadi Yesus Kristus yang satu dengan dua kodrat yang tak pernah berubah, berbaur, kacau, maupun terpisah-pisah demikian sajalah keselamatan itu mungkin bagi manusia. Dengan demikian mulai dari Ireneus dan seluruh abad sejarah Kekristenan para Bapa Gereja selalu menegaskan, โ€œAnak Allah menjadi Manusia agar manusia boleh menjadi anak-anak Allah,โ€ โ€œAllah menjadi manusia agar manusia boleh menjadi seperti Allah,โ€ โ€œYang Roh menjadi yang daging agar yang daging ini boleh ambil bagian di dalam sifat dan kodrat yang Roh,โ€ โ€œApa yang dimiliki Allah secara kodrat-Nya itu diberikan kepada manusia melalui rahmat kasih karunia/anugerah-Nya.โ€ Keselamatan itu bukan hanya sekedar status yang diberikan misalnya โ€œorang berdosa yang dibenarkanโ€ saja namun kodrat kemanusiaan yang dipulihkan menjadi ciptaan atau manusia baru yang terus menerus diperbarui Kolose 310. Keselamatan itu bukan sesuatu yang dituangkan dari luar, namun penyembuhan yang dimulai dari dalam. Keselamatan itu bukan hanya sekedar masuk surga lepas dari neraka, namun manunggal dalam hidup ilahi itu sendiri dan menyatu dalam gemilang kemuliaan kodrat-Nyaโ€ โ€œmengambil bagian dalam kodrat ilahiโ€ โ€“ 2 Petrus 14. Keselamatan adalah pelepasan dari kuasa Iblis, dosa, kelapukan tubuh, kefanaan hidup, dan kematian serta dimanunggalkan dengan tubuh kebangkitan Kristus dan dengan demikian manunggal dengan hidup ilahi mencapai โ€œtheosisโ€. Kiranya hari Natal yang kita peringati bulan ini membawa kita masuk dalam penghayatan tentang siapa Yesus Kristus dan mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar Filipi 212. Amin! Pertanyaan Apakah benar bahwa anak-anak diberikan kemampuan untuk melihat malaikat ? Teks Jawaban Alhamdulillah. Allah โ€“subhanahu wa taโ€™ala- telah menciptakan manusia dari tanah, dan menciptakan jin dari api, dan malaikat dari cahaya, dan telah ditetapkan melalui nash yang qathโ€™i dalil yang baku bahwa tidak mungkin manusia mampu melihat jin, kecuali mereka berubah wujud dengan wujud yang lain, seperti; manusia, hewan. Malaikat pun pada dasarnya sesuai dengan penciptaannya tidak bisa dilihat oleh kebanyakan manusia, kecuali jika mereka berubah wujud kepada wujud manusia. Dan dalam jawaban soal nomor 70364 sudah sangat terperinci bahwa mustahil bagi manusia secara umum mampu melihat malaikat pada wujud aslinya, hal itu tidak pernah terjadi pada umat ini kecuali pada diri Rasulullah โ€“shallallahu alaihi wa sallam-. Adapun berubah wujudnya malaikat kepada wujud manusia telah ditetapkan oleh al Qurโ€™an dan Sunnah yang shahih, jika malaikat berwujud manusia maka semua orang baik laki-laki ataupun perempuan, tua maupun muda memungkinkan untuk melihatnya. Namun, seseorang juga tidak bisa mengklaim bahwa sosok yang dilihatnya pada wujud manusia itu adalah malaikat; karena penetapan sosok tersebut malaikat atau bukan adalah melalui wahyu dari Allah โ€“subhanahu wa taโ€™ala-. Pertanyaannya, bagaimana itu bisa terjadi setelah Rasulullah โ€“shallallahu alaihi wa sallam- wafat !?. Pada masa lalu, malaikat pernah berwujud manusia mendatangi Nabi Ibrohim dan Nabi Luth โ€“alaihimas salam-, kedua Nabi tersebut tidak mengenali siapa sosok manusia tersebut sebenarnya kecuali setelah diberitahu bahwa keduanya adalah malaikat, bagaimana dengan kebanyakan manusia yang lain, mereka pasti lebih tidak mengetahuiโ€ฆ Beberapa dalil tentang berubahnya wujud malaikat, dan memungkinkan untuk dilihat 1. ู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰ ูˆูŽุงุฐู’ูƒูุฑู’ ูููŠ ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ู…ูŽุฑู’ูŠูŽู…ูŽ ุฅูุฐู ุงู†ู’ุชูŽุจูŽุฐูŽุชู’ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ูŽุง ู…ูŽูƒูŽุงู†ู‹ุง ุดูŽุฑู’ู‚ููŠู‘ู‹ุง . ููŽุงุชู‘ูŽุฎูŽุฐูŽุชู’ ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ูู‡ูู…ู’ ุญูุฌูŽุงุจู‹ุง ููŽุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ู’ู†ูŽุง ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุฑููˆุญูŽู†ูŽุง ููŽุชูŽู…ูŽุซู‘ูŽู„ูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ุจูŽุดูŽุฑู‹ุง ุณูŽูˆููŠู‘ู‹ุง . ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจูุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ู…ูู†ู’ูƒูŽ ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูŽ ุชูŽู‚ููŠู‘ู‹ุง . ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุฃูŽู†ูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุฑูŽุจู‘ููƒู ู„ูุฃูŽู‡ูŽุจูŽ ู„ูŽูƒู ุบูู„ูŽุงู…ู‹ุง ุฒูŽูƒููŠู‘ู‹ุง ู…ุฑูŠู…/16-19 . โ€œDan ceritakanlah kisah Maryam di dalam Al Qur'an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, maka ia mengadakan tabir yang melindunginya dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna. Maryam berkata "Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa". Ia Jibril berkata "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci". QS. Maryam 16-19 2. ูˆู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰ ู‡ูŽู„ู’ ุฃูŽุชูŽุงูƒูŽ ุญูŽุฏููŠุซู ุถูŽูŠู’ูู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ุงู„ู’ู…ููƒู’ุฑูŽู…ููŠู†ูŽ . ุฅูุฐู’ ุฏูŽุฎูŽู„ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ุณูŽู„ูŽุงู…ู‹ุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ุณูŽู„ูŽุงู…ูŒ ู‚ูŽูˆู’ู…ูŒ ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑููˆู†ูŽ . ููŽุฑูŽุงุบูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู ููŽุฌูŽุงุกูŽ ุจูุนูุฌู’ู„ู ุณูŽู…ููŠู†ู . ููŽู‚ูŽุฑู‘ูŽุจูŽู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู„ูŽุง ุชูŽุฃู’ูƒูู„ููˆู†ูŽ . ููŽุฃูŽูˆู’ุฌูŽุณูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ุฎููŠููŽุฉู‹ ู‚ูŽุงู„ููˆุง ู„ูŽุง ุชูŽุฎูŽูู’ ูˆูŽุจูŽุดู‘ูŽุฑููˆู‡ู ุจูุบูู„ูŽุงู…ู ุนูŽู„ููŠู…ู ุงู„ุฐุงุฑูŠุงุช/24-28 . โ€œSudahkah sampai kepadamu Muhammad cerita tamu Ibrahim malaikat-malaikat yang dimuliakan? Ingatlah ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan "Salaaman", Ibrahim menjawab "Salaamun" kamu adalah orang-orang yang tidak dikenal. Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk yang dibakar, lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim berkata "Silakan kamu makan". Tetapi mereka tidak mau makan, karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata "Janganlah kamu takut," dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan kelahiran seorang anak yang alim Ishaqโ€. QS. Adz Dzariyat 24-28 3. ูˆู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰ ูˆูŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุฌูŽุงุกูŽุชู’ ุฑูุณูู„ูู†ูŽุง ู„ููˆุทู‹ุง ุณููŠุกูŽ ุจูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุถูŽุงู‚ูŽ ุจูู‡ูู…ู’ ุฐูŽุฑู’ุนู‹ุง ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŒ ุนูŽุตููŠุจูŒ ู‡ูˆุฏ/77 . โ€œDan tatkala datang utusan-utusan Kami para malaikat itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata "Ini adalah hari yang amat sulit." QS. Huud 77 4. ุนู† ุนูู…ูŽุฑ ุจู’ู† ุงู„ู’ุฎูŽุทู‘ูŽุงุจู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู…ูŽุง ู†ูŽุญู’ู†ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฐูŽุงุชูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุฅูุฐู’ ุทูŽู„ูŽุนูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุดูŽุฏููŠุฏู ุจูŽูŠูŽุงุถู ุงู„ุซู‘ููŠูŽุงุจู ุดูŽุฏููŠุฏู ุณูŽูˆูŽุงุฏู ุงู„ุดู‘ูŽุนูŽุฑู ู„ูŽุง ูŠูุฑูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽุซูŽุฑู ุงู„ุณู‘ูŽููŽุฑู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุนู’ุฑูููู‡ู ู…ูู†ู‘ูŽุง ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฌูŽู„ูŽุณูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽุฃูŽุณู’ู†ูŽุฏูŽ ุฑููƒู’ุจูŽุชูŽูŠู’ู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุฑููƒู’ุจูŽุชูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽูˆูŽุถูŽุนูŽ ูƒูŽูู‘ูŽูŠู’ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ููŽุฎูุฐูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ... ู‚ูŽุงู„ูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ุงู†ู’ุทูŽู„ูŽู‚ูŽ ููŽู„ูŽุจูุซู’ุชู ู…ูŽู„ููŠู‘ู‹ุง ุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ููŠ ูŠูŽุง ุนูู…ูŽุฑู ุฃูŽุชูŽุฏู’ุฑููŠ ู…ูŽู†ู’ ุงู„ุณู‘ูŽุงุฆูู„ู ุŸ ู‚ูู„ู’ุชู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ุฌูุจู’ุฑููŠู„ู ุฃูŽุชูŽุงูƒูู…ู’ ูŠูุนูŽู„ู‘ูู…ููƒูู…ู’ ุฏููŠู†ูŽูƒูู…ู’ .ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ 8 . โ€œDari Umar bin Khatab โ€“radhiyallahu anhu- berkata โ€œKetika kami pada suatu hari bersama Rasulullah โ€“shallallahu alaihi wa sallam-, tiba-tiba seseorang datang menghampiri kami, dengan pakaian putih bersih, sangat hitam rambutnya, tidak ada tanda-tanda dari perjalanan jauh, kami semua tidak menganalinya, seraya mendekat kepada Rasulullah โ€“shallallahu alaihi wa sallam- lau duduk dengan merapatkan kedua lututnya kepada kedua lutut Rasulullah, dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua paha Rasulullah dan berkata โ€œWahai Muhammad, kabarkan kepadaku apa itu Islam ?....... lalu pergi. Saya masih bersama Rasulullah beberapa saat, seraya Rasulullah bertanya โ€œWahai Umar, apakah kamu tahu siapa yang tadi bertanya?, saya menjawab โ€œAllah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Beliau bersabda โ€œDia adalah Jibril mendatangi kalian untuk mengajarkan agama kalianโ€. HR. Bukhori, 8 tentang tiga orang Bani Israil yang diuji dengan penyakit belang, botak dan buta. Allah mengutus malaikat yang berwujud manusia untuk memberitahukan kepada mereka. HR. Bukhori 3277, dan Muslim 2964 6. ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ู‹ุง ุฒูŽุงุฑูŽ ุฃูŽุฎู‹ุง ู„ูŽู‡ู ูููŠ ู‚ูŽุฑู’ูŠูŽุฉู ุฃูุฎู’ุฑูŽู‰ ููŽุฃูŽุฑู’ุตูŽุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุฏู’ุฑูŽุฌูŽุชูู‡ู ู…ูŽู„ูŽูƒู‹ุง ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุฃูŽุชูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽูŠู’ู†ูŽ ุชูุฑููŠุฏู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูุฑููŠุฏู ุฃูŽุฎู‹ุง ู„ููŠ ูููŠ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ู‚ูŽุฑู’ูŠูŽุฉู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‡ูŽู„ู’ ู„ูŽูƒูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ู†ูุนู’ู…ูŽุฉู ุชูŽุฑูุจู‘ูู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽุง ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุฃูŽู†ู‘ููŠ ุฃูŽุญู’ุจูŽุจู’ุชูู‡ู ูููŠ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฅูู†ู‘ููŠ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุจูุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุญูŽุจู‘ูŽูƒูŽ ูƒูŽู…ูŽุง ุฃูŽุญู’ุจูŽุจู’ุชูŽู‡ู ูููŠู‡ู . ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู… 2567 . Dari Abu Hurairah โ€“radhiyallahu anhu- dari Rasulullah โ€“shallallahu alaihi wa sallam- bahwasanya ada seseorang mengunjungi saudaranya di sebuah desa, maka Allah mengawasinya dengan mengutus malaikat untuk mengikutinya dan bertanya kepadanya โ€œKamu mau kemana ?โ€, ia menjawab โ€œSaya mau mengunjungi saudara saya di desa iniโ€. Malaikat itu berkata โ€œApakah anda memiliki hutang budi yang ingin anda membalasnya?โ€, ia menjawab โ€œTidak, saya mengunjunginya karena saya mencintainya karena Allah. Malaikat berkata โ€œSaya adalah utusan Allah kepadamu untuk memberitahu bahwa Allah telah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena Allahโ€. HR. Muslim 2567 Dan masih banyak lagi dalil-dalil shahih lainnya, yang menunjukkan kepada kita bahwa memungkinkan bagi malaikat yang berwujud manusia atau berwujud seperti yang diperintahkan Allah untuk bisa dilihat oleh mereka yang Allah berikan kemampuan untuk melihatnya. Barang siapa yang mengaku melihat malaikat pada wujud sebenarnya, maka ia adalah dusta atau penghayal. Rasulullah pernah melihat malaikat Jibril pada wujud sebenarnya dengan memenuhi ufuk dan memiliki 600 sayap. Siapakah gerangan yang mengklaim dirinya telah melihat Jibril pada saat ituโ€ฆ.!?. Yang jelas, tidak satu pun dari umat ini yang mampu melihat malaikat pada wujud sebenarnya kecuali Rasulullah โ€“shallallahu alaihi wa sallam-, adapun anak-anak maka sama dengan mayoritas manusia yang lain tidak mungkin melihat malaikat kecuali setelah mereka berubah wujud. Syeikh Islam Ibnu Taimiyah โ€“rahimahullah- berkata โ€œโ€ฆ.Oleh karenanya, manusia tidak mampu melihat malaikat pada wujud sebenarnya, kecuali yang Allah izinkan. Sebagaimana Allah telah mengizinkan Rasulullah โ€“shallallahu alaihi wa sallam-. Allah โ€“Taโ€™ala- berfirman ูˆู‚ุงู„ูˆุง ู„ูˆู„ุง ุฃูู†ุฒู„ ุนู„ูŠู‡ ู…ู„ูŽูƒ ูˆู„ูˆ ุฃู†ุฒู„ู†ุง ู…ู„ูŽูƒุงู‹ ู„ู‚ุถูŠ ุงู„ุฃู…ุฑ ุซู… ู„ุง ูŠู†ุธุฑูˆู† . ูˆู„ูˆ ุฌุนู„ู†ุงู‡ ู…ู„ูŽูƒุง ู„ุฌุนู„ู†ุงู‡ ุฑุฌู„ุงู‹ ูˆู„ู„ุจุณู†ุง ุนู„ูŠู‡ู… ู…ุง ูŠู„ุจุณูˆู† ุงู„ุฃู†ุนุงู…/8ุŒ9 โ€œDan mereka berkata "Mengapa tidak diturunkan kepadanya Muhammad seorang malaikat?" dan kalau Kami turunkan kepadanya seorang malaikat, tentu selesailah urusan itu, kemudian mereka tidak diberi tangguh sedikitpun. Dan kalau Kami jadikan rasul itu dari malaikat, tentulah Kami jadikan dia berupa laki-laki dan jika Kami jadikan dia berupa laki-Iaki, Kami pun akan jadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka raguโ€. QS. Al Anโ€™am 8-9 Banyak ulama Salaf mengatakan โ€œMereka tidak akan mampu melihat malaikat pada wujud sebenarnya. Jikalau Kami turunkan malaikat kepada mereka, maka kami turunkan malaikat pada wujud manusia, hingga ada kemiripan dengan mereka, apakah sosok tersebut malaikat atau manusia. Mereka tidak akan mendapatkan manfaat apapun dengan diutusnya malaikat pada wujud sebenarnya, maka Kami utus kepada mereka sosok manusia dari jenis mereka sendiri, yang memungkinkan untuk dilihat, dan talaqqy kepadanya, ini merupakan bentuk ihsan dan kasih sayang kepada makhlukโ€. Minhaj Sunnah Nabawiyah 2/333 Lihatlah rincian tentang malaikat pada jawaban soal nomor 843 Wallahu aโ€™lam. ๏ปฟPertanyaan Jawaban Sejak pembuahanNya melalui Roh Kudus di dalam kandungan sang perawan Maria Lukas 126-38, identitas Yesus Kristus sebenarnya banyak dipertanyakan oleh para skeptik. Pertama mulai dipertanyakan oleh tunangan Maria, Yusuf, yang takut menikahinya ketika ia bercerita bahwa dirinya hamil Matius 118-24. Ia hanya memperistrinya setelah malaikat membenarkan bahwa anak yang dikandungnya memang Anak Allah. Ratusan tahun sebelum kelahiran Kristus, nabi Yesaya bernubuat mengenai kedatangan Anak Allah "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai" Yesaya 96. Ketika sang malaikat berbicara mengenai kelahiran Yesus, ia mengutip nubuat Yesaya yang berbunyi "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel [yang berarti Allah menyertai kita]" Matius 123. Ini tidak berarti mereka harus memberi nama anak itu Immanuel; melainkan bahwa "Allah menyertai kita" merupakan identitas anak itu. Yesus adalah Allah yang datang dalam daging untuk berdiam di antara manusia. Yesus Sendiri juga memahami spekulasi mengenai identitasNya. Ia bertanya kepada para muridnya, "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Matius 1613; Markus 827. Jawabannya tidak menentu, sama-halnya seperti di jaman ini. Kemudian Yesus bertanya langsung "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Matius 1615. Petrus memberi jawaban yang benar "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Matius 1616. Yesus membenarkan jawaban Petrus dan berjanji bahwa, di atas kebenaran itu, Ia akan membangun gerejaNya Matius 1618. Khodrat sebenarnya dan identitas Yesus Kristus sangat penting untuk kekekalan. Setiap orang harus menjawab pertanyaan yang dilontarkan Yesus kepada para muridNya "Tetapi menurut kalian sendiri, Aku ini siapa?" Ia telah menyediakan jawaban yang benar bagi kita dengan berbagai cara. Di dalam Yohanes 149-10, Yesus berkata, "Orang yang sudah melihat Aku, sudah melihat Bapa. Bagaimana engkau dapat mengatakan, 'Tunjukkanlah Bapa kepada kami'? Filipus! Tidakkah engkau percaya, bahwa Aku bersatu dengan Bapa, dan Bapa bersatu dengan Aku? Apa yang Kukatakan kepadamu, tidak Kukatakan dari diri-Ku sendiri. Bapa yang tetap bersatu dengan Aku, Dialah yang mengerjakan semuanya itu." Betapa jelasnya Alkitab mengulas khodrat illahi Tuhan Yesus Kristus lihat Yohanes 11-14. Filipi 26-7 berkata, meskipun Yesus "pada dasarnya Ia sama dengan Allah, tetapi Ia tidak merasa bahwa keadaan-Nya yang ilahi itu harus dipertahankan-Nya. Sebaliknya, Ia melepaskan semuanya lalu menjadi sama seperti seorang hamba. Ia menjadi seperti manusia, dan nampak hidup seperti manusia." Kolose 29 berkata, "Sebab seluruh kepribadian Allah berdiam pada Kristus, yaitu pada kemanusiaan-Nya." Yesus seutuhnya Allah dan seutuhnya manusia, dan kebenaran mengenai penjelmaanNya sangatlah penting. Ia hidup sebagai manusia, akan tetapi Ia tidak mempunyai khodrat berdosa seperti kita. Ia dicobai tetapi tidak pernah berdosa Ibrani 214-18; 415. Dosa masuk ke dalam dunia melalui Adam, dan dosa Adam diwariskan menjadi khodrat berdosa kepada seluruh keturunannya di dunia ini Roma 512 - kecuali Yesus. Kenapa demikian? Karena Yesus tidak mempunyai seorang ayah manusia, dan oleh karena itu Ia tidak diwariskan khodrat berdosa. Ia memiliki khodrat illahi dari Bapa SurgawiNya. Yesus harus memenuhi setiap syarat kesucian Allah sebelum Ia dapat menjadi kurban bagi dosa kami Yohanes 829; Ibrani 914. Ia harus menggenapi lebih dari tiga ratus nubuat mengenai Mesias yang telah diilhami Allah melalui para nabiNya Matius 413-14; Lukas 2237; Yesaya 53; Mikha 52. Sejak jatuhnya umat manusia Kejadian 321-23, satu-satunya cara untuk dibenarkan dalam hadapan Allah adalah melalui persembahan darah seekor hewan kurban Imamat 92; Bilangan 2819; Ulangan 1521; Ibrani 922. Yesus adalah kurban sempurna dan kurban terakhir yang telah memuaskan murka Allah terhadap dosa Ibrani 1014. Khodrat illahiNya membuatNya cocok menjadi Juruselamat; tubuh jasmaniNya memperbolehkanNya mencurahkan darah yang dibutuhkan untuk menyelamatkan. Tidak seorang pun dengan khodrat berdosa mampu membayar hutang itu. Tidak seorangpun dapat memenuhi syarat yang diperlukan untuk menjadi kurban bagi dosa seluruh dunia Matius 2628; 1 Yohanes 22. Jika Yesus hanyalah seseorang yang baik sebagaimana sering dijuluki, maka Ia pasti mempunyai khodrat berdosa dan tidak sempurna betul. Jika menurut pemikiran ini, kematianNya dan kebangkitanNya tidak berkuasa menyelamatkan siapapun juga. Oleh karena Yesus merupakan Allah sebagai manusia, hanya Ia yang dapat melunasi hutang kami kepada Allah. KemenanganNya atas kematian dan kuburan adalah kemenangan setiap orang yang menaruh kepercayaan dan iman mereka di dalam Dia Yohanes 112; 1 Korintus 153-4,17. English Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia Apakah Yesus merupakan Allah dalam wujud manusia? Mengapa hal itu penting?

allah menjelma menjadi manusia